Workshop Konservasi Tekstil: Kenali Rawat dan Lestarikan Tekstil Sebagai Warisan Budaya 

Workshop Konservasi Tekstil: Kenali Rawat dan Lestarikan Tekstil Sebagai Warisan Budaya 

Bantul, 11 Mei 2026 – Program Studi Konservasi Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, menyelenggarakan Workshop Konservasi Tekstil bertajuk “Kenali, rawat, dan lestarikan tekstil sebagai warisan budaya” pada tanggal 8 dan 11 Mei 2026 bertempat di Laboratorium Konservasi Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Konservasi Seni dan menghadirkan fasilitator dari Tracing Pattern Foundation, yaitu konservator Absari Hanifah, S.Si., M.Si.

Workshop ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik dan praktis dalam bidang konservasi benda seni, khususnya tekstil. Tekstil sebagai salah satu material budaya memiliki kerentanan tinggi terhadap kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti kelembapan, suhu, cahaya, serta aktivitas biologis. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai karakteristik material dan teknik perawatannya menjadi sangat penting.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan material tekstil dan jenis-jenisnya, tekstil sebagai media lukis, identifikasi bentuk-bentuk kerusakan, serta prinsip-prinsip dasar konservasi yang dapat diterapkan secara preventif maupun kuratif. Selain itu, workshop ini juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung yang memungkinkan peserta untuk mengaplikasikan teknik dasar penanganan dan perawatan tekstil, serta diskusi berbasis studi kasus yang mendorong pemikiran kritis dan reflektif.

Koordinator Program Studi Konservasi Seni, Dr. Prima Dona Hapsari, M.Hum., dalam testimoninya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan lapangan. “Workshop ini tidak hanya memperkuat pemahaman teoritis mahasiswa, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam menangani material tekstil. Hal ini penting untuk membangun kesiapan mereka sebagai calon konservator yang mampu bekerja secara kontekstual, khususnya di lingkungan tropis,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa peserta workshop, Aulia Salsabila, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari perkuliahan di kelas. “Melalui praktik langsung dan studi kasus, kami dapat lebih memahami bagaimana kondisi nyata kerusakan tekstil dan cara penanganannya. Kegiatan ini sangat membantu kami dalam menghubungkan teori dengan praktik,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, Program Studi Konservasi Seni menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan konservasi yang berbasis pada integrasi ilmu pengetahuan, praktik lapangan, dan konteks lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran yang berkelanjutan serta mendorong kesadaran akan pentingnya pelestarian tekstil sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Author: Tim Penyelenggara Workshop

Search
Categories

Share this post

en_USEN