Hannover, Jerman, 5 Juli 2026 – Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui kunjungan resmi ke Hochschule Hannover University of Applied Sciences and Arts (HsH), Jerman. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik yang telah terjalin selama kurang lebih dua belas tahun, sekaligus membuka peluang kerja sama baru dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan studio praktik seni dan desain.
Delegasi FSRD ISI Yogyakarta dipimpin langsung oleh Dekan FSRD ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, S.Sn., M.T., didampingi oleh Dr. Suryati, M.Hum. (Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum ISI Yogyakarta), Yulyta Kodrat Prasetyaningsih, M.T. (Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FSRD), Dr. I Gede Arya Sucitra, M.A. (Wakil Dekan Bidang Akademik FSRD), serta Lutse Lambert Daniel Morin, M.Sn. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama). Delegasi disambut secara resmi oleh jajaran pimpinan HsH, yaitu Prof. Dr. Annika Schach, Vice President for Teaching, Studies, Equal Opportunities, and International Affairs, bersama Prof. Gunnar Spellmeyer, yang selama ini menjadi penggagas sekaligus penggerak utama kolaborasi Design Thinking Workshop antara HsH dan FSRD ISI Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Dekan FSRD ISI Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan HsH serta menegaskan pentingnya keberlanjutan kolaborasi internasional sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan seni dan desain.
“Kami merasa sangat terhormat dapat kembali hadir di Hochschule Hannover. Kemitraan yang telah berlangsung selama sekitar dua belas tahun merupakan fondasi penting bagi pengembangan pendidikan seni dan desain di FSRD ISI Yogyakarta. Kami percaya bahwa seni dan desain melampaui batas-batas geografis, dan kolaborasi internasional merupakan kunci lahirnya inovasi. Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang ke berbagai bidang yang lebih luas di masa mendatang.”
Pada kesempatan tersebut, Dekan FSRD juga menyampaikan undangan resmi kepada pimpinan HsH untuk melakukan kunjungan balasan ke ISI Yogyakarta sebagai langkah memperkuat hubungan kelembagaan kedua institusi.
Selain agenda diskusi kerja sama, dan membangun kesepahaman kolaborasi akademik, delegasi juga melakukan studi lapangan terhadap fasilitas workshop, laboratorium, makerspace, digital fabrication, hingga studio praktik yang dimiliki HsH. Berbagai ruang praktik tersebut menunjukkan bagaimana sistem pendidikan berbasis proyek (project-based learning) didukung oleh fasilitas yang terintegrasi dengan kebutuhan lintas disiplin ilmu.
Delegasi meninjau secara langsung berbagai fasilitas workshop, mulai dari ruang digital fabrication, 3D printing, wood workshop, laboratorium prototyping, hingga ruang praktik yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan proses kreatif dari tahap konseptual hingga produksi. Sistem pengelolaan workshop yang tertata, prosedur keselamatan kerja, serta dukungan peralatan modern menjadi salah satu praktik baik (best practice) yang menjadi perhatian utama delegasi FSRD.
Kunjungan tersebut memberikan berbagai inspirasi bagi pengembangan infrastruktur pembelajaran di FSRD ISI Yogyakarta. Keberadaan studio dan workshop yang representatif dipandang sebagai elemen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan seni dan desain, memperkuat kompetensi mahasiswa, serta mendorong kolaborasi lintas program studi. Pengembangan fasilitas tersebut tentunya memerlukan dukungan tata kelola yang sistematis serta penguatan pendanaan pemerintah untuk penyediaan mesin, peralatan, dan material praktik yang memadai.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Gunnar Spellmeyer juga menegaskan komitmen HsH untuk melanjutkan kerja sama internasional yang telah berjalan. Setelah sukses menyelenggarakan Design Thinking Workshop di FSRD ISI Yogyakarta pada Mei 2026, HsH kembali mengundang dua dosen Program Studi Desain serta empat mahasiswa desain FSRD ISI Yogyakarta untuk mengikuti program Visiting Lecture and Student Mobility yang akan dilaksanakan pada Oktober 2026 di Hannover.
Program tersebut merupakan bagian dari dukungan pendanaan Erasmus+, yang bertujuan memperkuat mobilitas akademik internasional, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam konteks pendidikan seni dan desain global.
Kunjungan ini menegaskan bahwa internasionalisasi FSRD ISI Yogyakarta tidak hanya diwujudkan melalui pertukaran akademik, tetapi juga melalui transfer praktik terbaik dalam pengelolaan fasilitas pendidikan, pengembangan ekosistem kreatif, serta penguatan jejaring global yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran.
Melalui kemitraan yang semakin erat dengan Hochschule Hannover, FSRD ISI Yogyakarta optimistis mampu terus mengembangkan pendidikan seni dan desain yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, responsif terhadap tantangan global, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia. Ke depan, kolaborasi kedua institusi diharapkan semakin memperluas ruang inovasi, riset bersama, mobilitas akademik, dan pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing internasional.
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan suasana diskusi resmi antara pimpinan kedua institusi, prosesi penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen kerja sama, sesi foto bersama delegasi, serta kunjungan ke berbagai workshop dan studio praktik HsH yang menjadi pusat pembelajaran berbasis proyek dan inovasi teknologi desain. Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan semangat kolaborasi, saling belajar, dan komitmen bersama dalam membangun pendidikan seni dan desain yang unggul di tingkat global.
Author: Tim Humas FSRD dan Arya Sucitra













