Resmi Dibuka, Program Studi Magister Desain ISI Yogyakarta Perkuat Ekosistem Pendidikan Desain

Resmi Dibuka, Program Studi Magister Desain ISI Yogyakarta Perkuat Ekosistem Pendidikan Desain

Bantul, 1 April 2026 – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta secara resmi membuka Program Studi Desain Program Magister sebagai langkah strategis dalam penguatan pendidikan tinggi di bidang seni dan desain. Pembukaan program studi ini telah memperoleh izin melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 176/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Desain Program Magister pada ISI Yogyakarta di Kabupaten Bantul. Keputusan yang ditetapkan pada 5 Maret 2026 tersebut menegaskan bahwa Program Studi Magister Desain ISI Yogyakarta telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi serta layak untuk diselenggarakan. Selain itu, program studi ini wajib memenuhi standar nasional pendidikan tinggi serta melaporkan penyelenggaraan akademik secara berkala kepada kementerian terkait.

Tonggak Baru Pendidikan Desain di ISI Yogyakarta

Pembukaan Program Studi Magister Desain ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan keilmuan desain di lingkungan ISI Yogyakarta. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan lanjut berbasis riset, inovasi, serta penguatan praktik desain yang relevan dengan perkembangan global, tanpa meninggalkan akar lokal dan nilai budaya Indonesia.

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta, Muhamad Shohahuddin, S.Sn., M.T., menyampaikan bahwa pembukaan program ini merupakan hasil dari proses panjang pengembangan akademik yang berorientasi masa depan. “Program Magister Desain ini bukan sekadar penambahan jenjang pendidikan, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai pusat pengembangan keilmuan desain yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing global,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya integrasi antarbidang desain dalam menjawab kompleksitas tantangan desain kontemporer. “Kami mendorong pendekatan lintas disiplin yang menghubungkan desain produk, komunikasi visual, interior, dan media, sehingga menghasilkan inovasi yang lebih kontekstual dan berdampak,” tambahnya.

Sosialisasi Pelaksanaan Program Magister Desain

Sebagai bagian dari tahap awal implementasi, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan Program Magister Desain pada Rabu, 1 April 2026 pukul 10.00 WIB di Gedung Ajiyasa Lantai 1 FSRD ISI Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen dari berbagai program studi, yaitu Desain Media, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, dan Desain Interior. Kehadiran lintas program studi ini menegaskan bahwa pengembangan Program Magister Desain dirancang secara kolaboratif.

Koordinator Program Studi Magister Desain yang ditunjuk, Dr. Rahmawan Dwi Prasetya , S.Sn., M.Si., menyampaikan bahwa tahap awal ini difokuskan pada penyamaan visi akademik serta kesiapan implementasi kurikulum. “Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pemahaman antar dosen terkait arah program, mulai dari struktur kurikulum, pendekatan pembelajaran, hingga skema riset yang akan dikembangkan,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa program ini dirancang untuk merespons perkembangan praktik desain yang semakin kompleks. “Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga relevan dengan praktik profesional dan dinamika industri kreatif saat ini,” ungkapnya.

Kolaborasi sebagai Fondasi Pengembangan

Forum sosialisasi berlangsung sebagai ruang dialog terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif keilmuan desain. Diskusi yang berkembang menunjukkan antusiasme sekaligus komitmen bersama dalam membangun program magister yang berkualitas. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam pengembangan program, sekaligus memperkuat ekosistem akademik yang inklusif dan transdisipliner.

Komitmen terhadap Mutu dan Keberlanjutan

Sebagaimana tertuang dalam keputusan menteri, penyelenggaraan Program Studi Magister Desain berada di bawah tanggung jawab pimpinan institusi dan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini mencerminkan komitmen ISI Yogyakarta dalam menjaga mutu pendidikan serta memastikan keberlanjutan program melalui evaluasi berkelanjutan.

Menuju Dampak yang Lebih Luas

Dengan resmi dibukanya Program Studi Magister Desain, ISI Yogyakarta semakin memperkuat posisinya sebagai pusat unggulan pendidikan seni dan desain. Program ini diharapkan mampu melahirkan lulusan, riset, dan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, budaya, dan industri kreatif.

Referensi: Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 176/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Desain Program Magister pada ISI Yogyakarta di Kabupaten Bantul

Search
Categories

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEN