Fakultas Seni Rupa dan Desain Soroti Capaian Global ISI Yogyakarta dalam QS WUR 2026

Fakultas Seni Rupa dan Desain Soroti Capaian Global ISI Yogyakarta dalam QS WUR 2026

Yogyakarta, 27 Maret 2026 – Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memaknai capaian institusi yang kembali masuk dalam klaster 151–200 dunia pada QS World University Rankings (QS WUR) by Subject 2026 bidang Art & Design sebagai refleksi dari kerja kolektif ekosistem akademik seni yang terus bertumbuh dan berjejaring secara global. Pengumuman yang dirilis pada 25 Maret 2026 tersebut menempatkan ISI Yogyakarta dalam lanskap lebih dari 300 institusi seni dan desain dunia, dengan QS World University Rankings menegaskan posisi bidang Art & Design sebagai salah satu kategori paling kompetitif secara internasional.

Bagi Fakultas Seni Rupa dan Desain, capaian ini tidak hanya dilihat sebagai hasil pemeringkatan, melainkan sebagai indikator penting atas relevansi pendekatan pendidikan seni yang mengembangkan dan menggabungkan kekuatan praktik artistik, riset berbasis penciptaan, serta keterhubungan dengan industri kreatif dan komunitas budaya. Dalam konteks global, institusi seperti Royal College of Art yang kembali menempati posisi teratas menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan seni dunia bergerak menuju integrasi yang semakin erat antara inovasi, riset, dan praktik profesional.

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta, Bapak Muhamad Sholahuddin, S.Sn., M.T., menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan kontribusi berlapis dari dosen, mahasiswa, serta jejaring mitra yang selama ini terlibat dalam pengembangan keilmuan seni rupa dan desain. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika FSRD ISI Yogyakarta, para dosen yang tak lelah meneliti dan berkarya, para mahasiswa yang terus bereksperimen, dan tenaga kependidikan yang menjaga ritme institusi. Terima kasih pula kepada Rektor ISI Yogyakarta, Bapak Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., Para Wakil Rektor dan segenap Pimpinan ISI Yogyakarta atas arahan strategisnya dalam mengawal transformasi kelembagaan ini. Mari kita jadikan momentum 2026 ini sebagai batu pijakan untuk melompat lebih tinggi. FSRD ISI Yogyakarta tidak hanya ingin sekadar “ada” dalam daftar peringkat dunia, namun ingin menjadi pihak yang ikut menentukan arah masa depan seni rupa dan desain dunia,” ujarnya.

Kemudian, dari Bapak Dr. I Gede Arya Sucitra, S.Sn., M.A., sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik FSRD ISI Yogyakarta juga menyampaikan, “Di tingkat fakultas, khususnya Fakultas Seni Rupa dan Desain, capaian ini menjadi penguat komitmen kami dalam mendorong inovasi kurikulum berbasis riset, penguatan praktik studio yang reflektif-kritis, serta perluasan jejaring kolaborasi internasional. Kami memandang bahwa indikator-indikator seperti reputasi akademik, reputasi pengguna lulusan, hingga jejaring riset internasional harus diterjemahkan secara konkret dalam strategi akademik yang adaptif, transdisipliner, dan berorientasi pada dampak,” ujarnya.

Assessment QS WUR by Subject sendiri didasarkan pada sejumlah indikator utama seperti reputasi akademik, reputasi di mata pengguna lulusan, sitasi publikasi, H-index, serta jejaring riset internasional. Dalam bidang seni dan desain, dua indikator pertama menjadi sangat dominan karena berkaitan langsung dengan persepsi kualitas institusi di kalangan akademisi global dan pelaku industri kreatif. Hal ini sejalan dengan tren global pendidikan seni yang, menurut berbagai laporan UNESCO dan studi industri kreatif internasional, semakin menekankan pada relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja kreatif yang dinamis.

Dari perspektif fakultas, capaian ini juga membuka ruang refleksi terhadap arah pengembangan ke depan. Fakultas Seni Rupa dan Desain menilai bahwa penguatan posisi global tidak dapat dilepaskan dari kemampuan institusi dalam merespons isu-isu kontemporer seperti keberlanjutan (sustainability), teknologi digital dalam praktik seni, serta pendekatan interdisipliner. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai program kolaboratif lintas negara dan residensi seniman telah menjadi bagian dari strategi untuk memperluas eksposur internasional sekaligus memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.

Lebih jauh, capaian ini memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai bagian dari percakapan global pendidikan seni, khususnya di kawasan Asia. Dengan posisi yang juga tercatat dalam jajaran atas di tingkat regional, ISI Yogyakarta dipandang memiliki potensi strategis untuk menjadi simpul pertukaran pengetahuan seni-budaya antara konteks lokal Indonesia dan dinamika global.

Fakultas Seni Rupa dan Desain menekankan bahwa tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan posisi dalam pemeringkatan, tetapi memastikan bahwa kualitas pendidikan, riset, dan praktik seni yang dihasilkan tetap berdampak nyata. Ini mencakup kontribusi terhadap pengembangan industri kreatif, pelestarian sekaligus reinterpretasi budaya, serta penciptaan karya-karya yang relevan dengan isu sosial kontemporer.

Dengan demikian, capaian dalam QS WUR by Subject 2026 dipahami bukan sebagai titik akhir, melainkan sebagai bagian dari proses berkelanjutan dalam membangun ekosistem pendidikan seni yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi global, sekaligus tetap berakar kuat pada konteks budaya Indonesia.

Referensi: https://www.topuniversities.com/university-subject-rankings/art-design

Author: Tim Humas Fakultas

Search
Categories

Share this post

en_USEN