Program Studi Seni Murni ISI Yogyakarta Gelar Seminar Akademik Bersama Seniman Patung Uruguay Diego Santurio

Program Studi Seni Murni ISI Yogyakarta Gelar Seminar Akademik Bersama Seniman Patung Uruguay Diego Santurio

Yogyakarta, 12 Oktober 2026 — Program Studi Seni Murni, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menyelenggarakan seminar akademik bertajuk “Density and Infinity: Exploring Materials, Space, and Public Sculpture in Diego Santurio’s Practice” pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung pada pukul 10.00–12.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan seniman patung asal Uruguay, Diego Santurio, sebagai pemateri utama, dengan tanggapan dari dosen Seni Murni sekaligus kurator, Rain Rosidi. Seminar dimoderatori oleh Ladija Triana Dewi dan dibuka secara resmi oleh Rektor ISI Yogyakarta, Prof. Dr. Irwandi, M.Sn.

Seminar ini menjadi ruang pertemuan akademik untuk membahas praktik seni patung kontemporer, khususnya hubungan antara material, ruang, dan kemungkinan penciptaan patung di ruang publik. Melalui praktik artistiknya, Diego Santurio hadir untuk berbagi perspektif tentang bagaimana material dan ruang dapat menjadi elemen penting dalam membangun gagasan serta pengalaman artistik dalam seni patung.

Tajuk “Density & Infinity” menggarisbawahi dua konsep yang dapat menjadi pintu masuk untuk memahami hubungan antara material, ruang, dan pengalaman manusia. Density atau kepadatan merujuk pada kualitas kehadiran material dan bentuk, sedangkan infinity atau ketakterbatasan membuka kemungkinan pembacaan ruang yang melampaui batas fisik objek. Dalam konteks seni patung, keduanya menyoroti pertanyaan tentang bagaimana suatu karya membangun relasi dengan lingkungan sekitarnya, bagaimana ruang turut membentuk makna, serta bagaimana karya seni dapat dialami oleh publik. Kehadiran Rain Rosidi sebagai penanggap memberikan dimensi dialogis pada seminar. Perspektif akademik dan kuratorial diharapkan dapat memperluas pembacaan terhadap praktik Diego Santurio, sekaligus menghubungkannya dengan diskursus seni rupa kontemporer yang lebih luas.

Pembukaan oleh Rektor ISI Yogyakarta, Prof. Dr. Irwandi, M.Sn., menandai pentingnya seminar akademik sebagai bagian dari pengembangan atmosfer intelektual di lingkungan perguruan tinggi seni. Pertemuan dengan seniman internasional membuka kesempatan bagi sivitas akademika untuk mengenal pendekatan artistik dari konteks budaya yang berbeda, sekaligus memperluas perspektif dalam memahami perkembangan praktik seni rupa kontemporer.

Bagi Program Studi Seni Murni ISI Yogyakarta, seminar ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan praktik penciptaan seni, pemikiran kritis, dan diskursus akademik. Melalui dialog bersama seniman dan kurator, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai beragam pendekatan dalam mengembangkan gagasan artistik, mengeksplorasi material, serta memahami hubungan karya dengan ruang dan masyarakat. Penyelenggaraan seminar “Density & Infinity: Exploring Materials, Space, and Public Sculpture in Diego Santurio’s Practice” menegaskan pentingnya pertukaran pengetahuan lintas budaya dalam pendidikan seni. Melalui pertemuan semacam ini, ruang akademik tidak hanya menjadi tempat penyampaian pengetahuan, tetapi juga ruang dialog yang memungkinkan gagasan dan pengalaman artistik berkembang melalui perjumpaan berbagai perspektif.

Author : Tim Humas Prodi Seni Murni

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID