Program Studi S-1 Seni Murni ISI Yogyakarta dan PT Pos Indonesia Hidupkan Kembali Budaya Berkirim Kartu Pos melalui Pameran Internasional

Program Studi S-1 Seni Murni ISI Yogyakarta dan PT Pos Indonesia Hidupkan Kembali Budaya Berkirim Kartu Pos melalui Pameran Internasional

Yogyakarta, 24 Juli 2026 – Di tengah dominasi komunikasi digital yang serba instan, sebuah kartu pos kembali mengingatkan bahwa pesan tidak hanya berisi kata-kata, tetapi juga membawa jejak perjalanan, sentuhan personal, dan kenangan. Gagasan tersebut dihadirkan dalam “SAE: Small Acts Everyday – International Postcard Art Exhibition”, pameran yang diselenggarakan Program Studi S-1 Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta bekerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero).
Mengusung tema “Small Acts Everyday”, pameran ini mengajak masyarakat merefleksikan pentingnya tindakan-tindakan kecil yang dilakukan setiap hari. Nama SAE sendiri memiliki makna ganda. Dalam bahasa Jawa, sae berarti baik, sedangkan dalam bahasa Inggris merupakan akronim dari Small Acts Everyday. Filosofi tersebut menjadi benang merah yang menyatukan seluruh karya, sekaligus mengingatkan bahwa perubahan positif dapat berawal dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan setiap hari, serta perhatian dan kepedulian sederhana terhadap sesama.
Melalui media kartu pos, para peserta menyampaikan beragam pesan tentang harapan, perhatian, kepedulian, hingga kabar baik yang dikemas dalam bentuk karya seni visual. Berbeda dengan media digital yang mengutamakan kecepatan, kartu pos menghadirkan pengalaman yang lebih personal. Setiap karya tidak hanya dinikmati melalui visual pada sisi depan, tetapi juga melalui pesan yang dituliskan di bagian belakang, sehingga seni dan komunikasi berpadu dalam satu medium yang utuh.
Berbeda dengan pameran seni pada umumnya, seluruh karya dikirim menggunakan layanan pos. Dengan demikian, proses pengiriman menjadi bagian dari karya itu sendiri. Perangko, cap pos, bekas lipatan, hingga jejak perjalanan yang melekat pada kartu pos menghadirkan lapisan cerita baru yang tidak dapat dipisahkan dari pengalaman artistiknya.
Berlangsung pada 24–31 Juli 2026 di Galeri Fadjar Sidik, Jurusan Seni Murni FSRD ISI Yogyakarta, pameran ini menghadirkan 332 karya dari 290 peserta yang berasal dari Indonesia, Malaysia, China, Belarus, Polandia, Uruguay, dan Jerman. Para peserta terdiri atas seniman profesional, akademisi, dosen, mahasiswa, pelajar, hingga alumni berbagai institusi seni dan perguruan tinggi, menjadikan pameran ini sebagai ruang pertemuan lintas budaya, profesi, dan generasi.
Seluruh karya dikuratori oleh AC. Andre Tanama, M.Sn. dari Indonesia bersama dengan Assoc. Professor Mohd Suhaimi Tohid dari Malaysia, yang menghadirkan keragaman pendekatan visual, teknik, dan perspektif budaya dalam satu ruang dialog artistik. Melalui bidang berukuran kecil, para peserta membuktikan bahwa keterbatasan ruang justru mendorong lahirnya gagasan yang komunikatif dan kaya akan makna. Setiap kartu pos menjadi representasi pengalaman, identitas, sekaligus cara pandang yang berbeda-beda terhadap kehidupan sehari-hari.
Pameran ini resmi dibuka oleh Rektor ISI Yogyakarta pada Jumat (24/7). Momentum tersebut menegaskan komitmen ISI Yogyakarta dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri, sekaligus memperluas jejaring seni rupa di tingkat internasional melalui kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero).
Lebih dari sekadar menampilkan karya seni, “SAE: Small Acts Everyday – International Postcard Art Exhibition” menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan berbagai budaya melalui medium sederhana bernama kartu pos. Di tengah perkembangan teknologi digital, pameran ini mengajak publik untuk kembali menghargai bentuk komunikasi yang lebih personal. Sebuah pesan yang tidak hanya dibaca, tetapi juga disentuh, disimpan, dan dikenang.

Author : Tim Humas Prodi Seni Murni

Email: senimurni@isi.ac.id
Instagram: @senimurni_isiyk
WhatsApp: 0895 1870 5047
Cari
Categories

Bagikan postingan ini

en_GBEN