TALKSHOW PSIKOEDUKASI “Kesehatan Mental, Kreativitas, dan Bertahan di Dunia Kreatif”

TALKSHOW PSIKOEDUKASI “Kesehatan Mental, Kreativitas, dan Bertahan di Dunia Kreatif”

Kab. Bantul, 19 September 2026 — Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Yogyakarta menggelar Talkshow Psikoedukasi  pada hari Sabtu (19/09) pukul 09.30–12.00 WIB di Gedung Ajiyasa Lantai 2. Acara diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen ISI Yogyakarta.

Dunia kreatif sering diasosiasikan dengan kebebasan, ekspresi, dan ide-ide segar. Namun, di balik itu, pelaku kreatif menghadapi tekanan produksi, ekspektasi tinggi, persaingan, dan ketidakpastian pekerjaan. Sementara itu kreativitas tidak dapat dipisahkan dari kondisi mental. Pikiran yang sehat, ruang aman, dan kemampuan mengelola emosi membantu proses kreatif berjalan lebih produktif dan berkelanjutan. Kondisi tersebut merupakan fakta yang terjadi dalam dinamika dunia kreatif yang dihadapi alumni maupun mahasiswa. Maka dari itu DKV FSRD ISI Yogyakarta mengadakan Talkshow Psikoedukasi dengan yang bertajuk “Kesehatan Mental, Kreativitas, dan Bertahan di Dunia Kreatif”  untuk membekali mahasiswa dalam persiapan menghadapi dinamika dunia profesional, kemajuan teknologi, dan pengembangan diri.

Acara ini dibuka oleh Dekan FSRD ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, S.Sn., M.T. Dalam sambutannya beliau menghimbau perlunya meningkatkan softskill seperti manajemen diri, membangun kerjasama dan kepedulian yang bisa dimulai dengan menjaga kesehatan mental. 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dyah Ikke Mentari, M.Psi., Psi., seorang Psikolog dari Beranda Mentari, yang berpengalaman dalam pendampingan remaja. Dalam paparannya, Mentari membahas keterkaitan antara kesehatan mental, kreativitas, dan realitas tekanan yang dihadapi pelaku dunia kreatif, khususnya mahasiswa dan pekerja seni. Begitu pun dengan dampak maupun bagaimana peran kita pada perkembangan teknologi terutama AI dalam dunia kreatif .

Acara berlangsung interaktif.  Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga diajak melakukan reflective writing, menggambar bunga kepribadian dan berdiskusi mengenai pengalaman menghadapi tekanan akademik, deadline, ekspektasi karya, serta kelelahan mental yang kerap muncul di lingkungan kreatif. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa untuk menjaga kesehatan mental, membangun kebiasaan baik, dan menjadikan kampus sebagai ruang aman untuk belajar dan berkarya bersama.

Author : R.A. Galuh Sekartaji (PIC)

Cari
Categories

Bagikan postingan ini

en_GBEN