{"id":7645,"date":"2023-05-04T08:33:57","date_gmt":"2023-05-04T01:33:57","guid":{"rendered":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/?p=7645"},"modified":"2023-05-04T08:33:57","modified_gmt":"2023-05-04T01:33:57","slug":"sarasehan-seni-rupataman-budaya-yogyakartaruang-peristiwa-dan-nilai-seni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/sarasehan-seni-rupataman-budaya-yogyakartaruang-peristiwa-dan-nilai-seni\/","title":{"rendered":"Yogyakarta's CULTURAL ARTS SARASEHAN ART, EVENTS, and VALUES"},"content":{"rendered":"<p>Secara keseluruhan, nilai-nilai dalam karya seni tidak hanya terbentuk melalui kualitas artistik dari karya itu sendiri, tetapi juga melalui bagaimana karya tersebut dipresentasikan dalam ruang dan momen tertentu. Ruang dan peristiwa seni menjadi tempat di mana karya seni ditempatkan dan di mana dialog antara karya seni dan publik terjadi. Hal ini memungkinkan terciptanya nilai-nilai yang beragam dan kompleks dalam karya seni, seperti nilai sosial, budaya, semangat berbagi pengetahuan, dan nilai ekonomi.<br>Selain itu, institusi seni juga memiliki peran penting dalam membangun nilai-nilai dalam karya seni. Institusi seni seperti galeri, museum, dan festival seni memiliki kekuatan untuk menentukan apakah sebuah karya seni akan diakui sebagai karya seni yang berharga atau tidak. Oleh karena itu, institusi seni juga harus memperhatikan cara mereka memajang karya seni dan bagaimana mereka berinteraksi dengan publik.<br>Pentingnya peran ruang, peristiwa, dan institusi seni dalam membangun nilai-nilai dalam karya seni menunjukkan bahwa seni bukanlah sesuatu yang hanya terjadi di dalam diri seniman atau dalam karya seni itu sendiri. Seni adalah sebuah aktivitas sosial yang melibatkan banyak pihak dan terjadi dalam konteks yang kompleks. Oleh karena itu, dalam memahami dan mengapresiasi seni, kita perlu memperhatikan konteks sosial dan budaya di mana karya seni itu hadir, serta melibatkan diri dalam dialog yang terbuka dan kritis dengan publik, institusi seni, dan seniman itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>NARASUMBER:<br>Source:<br>Dr. Suwarno Wisetrotomo, M. Hum. (Kurator Seni Rupa dan Dosen ISI Yogyakarta)<br>Arahmaiani (Seniman)<br>ST Eddy Prakoso (Pendiri dan pemilik Sri Sasanti Gallery)<\/p>\n\n\n\n<p>Moderator:<br>Rain Rosidi<\/p>\n\n\n\n<p>Kamis, 4 Mei 2023<br>13.00 &#8211; 15.00 WIB<\/p>\n\n\n\n<p>Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta<br>Pranala pendaftaran:<\/p>\n\n\n\n<p>bit.ly\/SarasehanSeniRupa2<\/p>\n\n\n\n<p>Tempat dan Waktu Kegiatan<br>Sarasehan Seni Rupa dengan tema: \u201cRUANG, PERISTIWA, dan NILAI SENI<br>will be implemented on:<br>Hari\/tanggal : Kamis, 4 Mei 2023<br>Tempat : Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta JL Sriwedani No.1 Yogyakarta<br>Waktu : pukul 13.00 \u2013 15.00 WIB<br>Susunan Acara<\/p>\n\n\n\n<p>12.30 \u2013 Registrasi<br>13.00 \u2013 Pembukaan oleh Pembawa Acara<br>13.10 \u2013 Menyanyikan Lagu Kebangsaan \u201cIndonesia Raya\u201d<br>13.15 \u2013 Prolog Moderator<br>13.30 \u2013 Penyaji I (Arahmaiani, Seniman kontemporer)<br>13.45 \u2013 Penyaji II (ST Eddy Prakoso, pendiri dan pemilik Sri Sasanti Gallery dan Tirtodipuran Artlink)<br>14.00 \u2013 Penyaji III (Dr. Suwarno Wisetrotomo, M. Hum., Kurator seni rupa dan dosen Pasca Sarjana ISI Yogyakarta)<br>14.15 \u2013 Diskusi dan Tanya Jawab<\/p>\n\n\n\n<p>45 \u2013 Simpulan<\/p>\n\n\n\n<p>14.55 \u2013 Penutup<\/p>\n\n\n\n<p>Sekretariat Sarasehan<br>UPT. TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA<br>Jl. Sriwedani No.1, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara keseluruhan, nilai-nilai dalam karya seni tidak hanya terbentuk melalui kualitas artistik dari karya itu sendiri, tetapi juga melalui bagaimana karya tersebut dipresentasikan dalam ruang dan momen tertentu. Ruang dan peristiwa seni menjadi tempat di mana karya seni ditempatkan dan di mana dialog antara karya seni dan publik terjadi. Hal ini memungkinkan terciptanya nilai-nilai yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":7646,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-7645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-info"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":0,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":false,"list":false,"medium":false,"full":false},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7645"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7645\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}