{"id":46627,"date":"2024-07-17T12:44:28","date_gmt":"2024-07-17T05:44:28","guid":{"rendered":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/?p=46627"},"modified":"2024-07-17T12:44:28","modified_gmt":"2024-07-17T05:44:28","slug":"menunggu-wisuda-temanku-lima-benua-merancang-piala-penghargaan-bank-sampah-kementerian-lhk-ri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/menunggu-wisuda-temanku-lima-benua-merancang-piala-penghargaan-bank-sampah-kementerian-lhk-ri\/","title":{"rendered":"Menunggu Wisuda, Temanku Lima Benua Merancang Piala Penghargaan Bank Sampah Kementerian LHK RI"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Repost WartaKita.org<\/strong>\u00a0\u2013\u00a0Pegiat seni Temanku Lima Benua mendapat kesempatan untuk merancang Piala Bank Sampah yang diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) 2024 di JW Marriot Hotel Jakarta pada Selasa (16\/7\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya bersyukur mendapat kesempatan untuk merancang Piala Bank Sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ini,\u201d katanya, Selasa (16\/7\/2024) malam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahasiswa Jurusan Tata Kelola Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini menyampaikan, proses perancangan desain dan pembuatan Piala Bank Sampah ini memakan waktu 12 hari dan menghasilkan 10 piala.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201c(desain) Piala Bank Sampah ini saya mulai dari akar masalah sampah itu, yakni manusia. Sehingga yang harus diperbaiki itu manusianya, pola pikirnya,&nbsp;<em>mindset<\/em>-nya. Bahwa&nbsp;<em>mindset<\/em>-nya harus tumbuh atau&nbsp;<em>growth<\/em>, tidak&nbsp;<em>fixed<\/em>. Dengan cara memperhatikan 3R,&nbsp;<em>recycle, reduce,<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>reuse<\/em>,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\" id=\"attachment_34395\"><img decoding=\"async\" data-src=\"http:\/\/www.wartakita.org\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Menteri-Lingkungan-Hidup-dan-Kehutanan-LHK-Siti-Nurbaya-Bakar.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34395 lazyload\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyerahkan piala penghargaan Bank Sampah di JW Marriot Hotel Jakarta pada Selasa (16\/7\/2024).<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perempuan yang akrab disapa Liben ini menjelaskan, &nbsp;jika dunia ingin&nbsp;<em>zero waste<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>zero emission<\/em>, maka masyarakat harus memulai pengelolaan sampah itu dari rumah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201c<em>Nah<\/em>, 3R ini menjadi landasan dalam memahami&nbsp;<em>climate change<\/em>&nbsp;dan mitigasi bumi. Jadi dalam piala itu, bentuk tubuh manusianya saya rancang tiga pilar. Tiga pilarnya itu&nbsp;<em>recycle, reduce,&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>reuse<\/em>,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warga Dukuh Geritan, Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten itu mengemukakan, dalam Piala Bank Sampah ini terdapat lingkaran di tengah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cYang lingkaran di tengah itu ada gambar rumah. Ini artinya, bahwa kalau mau&nbsp;<em>zero waste<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>zero emission<\/em>&nbsp;itu harus dimulai dari rumah. Dan lingkaran itu mengartikan zero, dan berarti bumi. Bahwa ketika kita bisa mengelola sampah itu, maka kita akan bisa menghambat entropi bumi.&nbsp;<em>Nah,<\/em>&nbsp;landasan bawah yang ada di patung itu artinya dasar untuk memahami&nbsp;<em>climate change<\/em>&nbsp;dan mitigasi bumi,\u201d paparnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Liben mengatakan, &nbsp;ada perbedaan antara Piala Bank Sampah dengan piala-piala lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cYang membedakan Piala Bank Sampah dengan piala-piala yang lain itu, bahwa Piala Bank Sampa ini dirancang dimulai dari filosofi dan makna, kemudian teknik pembuatan. Piala ini dari material kuningan,\u201d tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\" id=\"attachment_34396\"><img decoding=\"async\" data-src=\"http:\/\/www.wartakita.org\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Piala-Bank-Sampah.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34396 lazyload\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Inilah Piala Bank Sampah karya Temanku Lima Benua.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan, perancancangan dan pembuatan Piala Bank Sampah ini merupakan bentuk konsen dirinya terhadap seni lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadi dari mulai diadakannya Biennale Bank Sampah pada tahun 2020, Eco Art tahun 2022, dan skripsi saya yang berjudul Perancangan Displai Pra Biennale Klaten 2024 \u2018Environmetal Art\u201d, dan berlanjut merancang piala penghargaan untuk Bank Sampah ini,\u201d ungkapnya .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk diketahui, Liben telah lulus sidang skripsi pada bulan Mei lalu, dan akan wisuda di bulan September nanti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSambil menunggu wisuda, saya berkesempatan merancang piala penghargaan Bank Sampah untuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Dan hari ini, tanggal 16 Juli, piala tersebut diberikan kepada 3 Bank Sampah Induk Terbaik di Indonesia, dan 4 Bank Sampah Unit Terbaik di Indonesia. Ini yang membaggakan saya,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\" id=\"attachment_34397\"><img decoding=\"async\" data-src=\"http:\/\/www.wartakita.org\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Rapat-Koordinasi-Nasional-Pengelolaan-Sampah.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-34397 lazyload\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menggelar Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan penyerahan penghargaan Bank Sampah di JW Marriot Hotel Jakarta pada Selasa (16\/7\/2024).<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkait, Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) 2024 ini mengusung tema \u201cZero Waste, Zero Emission Menuju 2050\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rakornas dan penyerahan penghargaan ini dihadiri sekitar 700 peserta yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota, mitra pembangunan, dunia usaha, praktisi dan penggiat lingkungan, persampahan B3, dan limbah B3, pengelola bank sampah, asosiasi, serta para pakar terkait pengolahan sampah B3, dan limbah B3.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Repost WartaKita.org\u00a0\u2013\u00a0Pegiat seni Temanku Lima Benua mendapat kesempatan untuk merancang Piala Bank Sampah yang diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) 2024 di JW Marriot Hotel Jakarta pada Selasa (16\/7\/2024). \u201cSaya bersyukur mendapat kesempatan untuk merancang Piala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":46628,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[60,78,108],"class_list":["post-46627","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-info","tag-fsr-isi-yogyakarta","tag-fsrisiyogyakarta","tag-tks-fsr-isi-yogyakarta"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":1,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/temanku-lima-benua-747x445.jpg",747,445,true],"list":["https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/temanku-lima-benua-463x348.jpg",463,348,true],"medium":["https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/temanku-lima-benua-300x223.jpg",300,223,true],"full":["https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/temanku-lima-benua.jpg",747,556,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46627"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46627\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46628"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}