{"id":354,"date":"2012-05-23T03:58:35","date_gmt":"2012-05-23T03:58:35","guid":{"rendered":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/?p=354"},"modified":"2012-05-23T03:58:35","modified_gmt":"2012-05-23T03:58:35","slug":"kisah-kisah-bertetangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/kisah-kisah-bertetangga\/","title":{"rendered":"KISAH KISAH (ber)TETANGGA"},"content":{"rendered":"<p><strong>Percakapan dengan Warga Satu Kilometer<\/strong><strong><br \/>\nSekitaran Kampus ISI Yogyakarta.<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/kisah-kisah-bertetangga\/kisah2x-bertetangga-7\/\" rel=\"attachment wp-att-367\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-367\" title=\"kisah2x bertetangga\" src=\"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/kisah2x-bertetangga6-1-300x218.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"218\" \/><\/a>Komik, cergam, ataupun novel grafis mampu menjadi ruang dalam mengisahkan beragam kisah, fiksi maupun non fiksi. Ia mampu mengisahkan sejarah, asal usul, hingga kejadian sehari-hari. Kali ini, dalam proyek seni kisah-kisah warga satu kilometer sekitaran kampus ISI Yogyakarta, media-media tersebut diperankan sebagai, katakanlah, ruang bercakap-cakap.<\/p>\n<p>Percakapan dengan beberapa warga sekitaran kampus ISI dilaksanakan bulan September hingga November 2011. Percakapan tersebut digagas dalam mata kuliah Seminar, DKV ISI Yogyakarta. Percakapan itu, diam-diam, lahir dari ketidakpuasan dalam berbagai hal. Pertama, warga sekitaran kampus bukanlah warga anonim, namun tetangga.<\/p>\n<p>Kedua, tetangga tersebut secara tidak langsung menjadi rekan lembaga ISI Yogyakarta. Merekalah yang di lain sisi memfasilitasi keberlangsungan hidup mahasiswa sehari-hari (kos, tempat makan, toko, dlsb.). Sebaliknya, hubungan tersebut tak sebatas bermatra ekonomi. Hubungan tersebut bisa direntang hingga hubungan partisipasi.<\/p>\n<p>Ketiga, sejauh ini jarang ditemui (atau mungkin belum ada) media yang menyampaikan persepsi warga sekitaran kampus ISI Yogyakarta tentang kampus ini. Ini perlu dikerjakan. Ia perlu dikerjakan manakala kampus ISI dan warga sekitaran sama-sama memandang diri sebagai tetangga. Layaknya tetangga, saling tahu satu sama lain. Karena satu sama lain saling tahu maka prasangka-prasangka yang selama ini ada minimal dapat diatasi.<\/p>\n<p>Keempat, terkait variabel akereditasi DIKTI yang senantiasa (dan masih saja) merupakan variabel internal lembaga. Hidup bertetangga, atau hubungan dengan warga sekitar, tidak\/belum menjadi variabel akereditasi. Ini menunjukkan di tingat pusat pendidikan masih saja diidap penyakit birokrasi yaitu dominasi struktur dibanding agensi. Dominasi struktur ini diidap hingga variabel lembaga di bawah\/daerah, katakanlah, LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat). Maka, pusat maupun bawah\/daerah sama saja: merasa nyaman dengan variabel akereditasi yang selama ini ada.<\/p>\n<p>Kelima, lewat bercakap-cakap dengan warga kita jadi lebih tahu apa saja yang terdapat di benak mereka tentang keberadaan kampus ISI Yogyakarta. Inilah yang jadi alasan mengapa kisah-kisah warga dicari, didengar, ditulis, dan digambar, dan kali ini dipamerkan kepada warga.<\/p>\n<p>Kisah-kisah warga yang terkumpul sejumlah empatpuluhlima judul membentang dari persoalan ekonomi, tato, muadzin gimbal, (pembebasan) tanah, hingga yang entah mau menyampaikan apa. Motif ekonomi sangat kentara, namun ia perlu cara tertentu dalam memahaminya. Ekonomi tak sebatas hitung-hitungan, ia melibatkan pula harapan dan partisipasi. Di lain sisi, tidak semua kisah-kisah yang digambarkan tersebut kuat dalam penarasian. Terdapat perbedaan antara tulisan hasil bercakap-cakap dengan hasil penggambaran (komik, misalkan). Beberapa komik masih mengidap diri sebagai media cecandaan. Komik, mestinya dapat menggambarkan sesuatu yang serius! Komik, sebagai media ngomong dilengkapi berbagai elemen: balon bicara, gambar, tulisan, emotikon, dlsb. Elemen-elemen ini belum digunakan secara maksimal, atau hubungan antara konten, balon bicara, dan gestur masih saling mengulang.<\/p>\n<p>Di luar komik, cergam, dan novel grafis, dalam pameran kali ini terdapat foto keluarga. Foto ini menjadi salah satu proyek lain dalam kisah-kisah warga. Alasannya sederhana, barangkali foto keluarga belum dianggap penting, atau barangkali warga menganggapnya penting namun belum berkesempatan saja. Foto warga dilakukan di rumah mereka, dalam situasi sehari-hari. Foto yang terkumpul tidak sebanyak judul kisah-kisah warga. Salah satu alasannya karena beberapa warga sudah memiliki foto keluarga. Alasan lain, warga enggan.<\/p>\n<p>Enggan inilah yang di satu sisi merupakan salah satu persoalan dalam bertetangga itu tadi. Lewat pameran kali ini, semoga rasa enggan tadi jadi hilang dan satu sama lain membuka diri. Mungkin di situ konsep proyek seni terletak: ia berada di antara, bukan sebatas di sini, atau di sana. Salam. (Koskow, Mei 2012)<\/p>\n<div style='display:none;'><!--5ac6e0565bf4630ff31a51df02bc5b70--><a href='http:\/\/www.intrigueagency.com\/com\/instant-decision-online-loans' rel='nofollow'>instant decision online loans<\/a><!--\/5ac6e0565bf4630ff31a51df02bc5b70--><\/div>\n<p><strong>A. Pembukaan Pameran<\/strong><br \/>\nPameran ini akan diselenggarakan pada:<br \/>\nHari, tanggal\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Minggu, 20 Mei 2012<br \/>\nWaktu \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 19.00 Wib<br \/>\nTempat \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Gedung SD Geneng (Ruang kelas SD)<br \/>\nSambutan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Andres Busrianto (KoordinatorRuang Kelas SD)<br \/>\nImam Zakaria (Perwakilan Mahasiswa DKV ISI Yogjakarta)<br \/>\nDi meriahkan oleh : Kesenian Kampung masyarakat Dusun Geneng<br \/>\nDibuka oleh \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Bapak Kerto Rejo (Dukuh Ds. Geneng)<\/p>\n<p><strong>B. Rincian Acara Pelaksanaan Pameran<br \/>\nTanggal 20 &#8211; 29 Mei 2012, di Gedung SD Geneng (Ruang kelas SD)<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>\u00a0<strong>Senin, 21 Mei 2012<\/strong><br \/>\n<strong>PRESENTASI RESIDENSI<\/strong><br \/>\nPembicara\u00a0 : Sudjud Dartanto<br \/>\nModerator\u00a0 : Justian Jafin Rocx W<br \/>\nWaktu\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 10.00 Wib<br \/>\nTempat \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 : Plasa FSR ISI Yogjakarta<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>Minggu 27 Mei 2012<\/strong><br \/>\n<strong>WORKSHOP KOMIK<\/strong><br \/>\nPelaksana : Komunitas Desain Komik Club (DISKO) DKV ISI Yogjakarta<br \/>\nWaktu \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 : 09.00 \u2013 12.00 Wib<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>Sabtu,\u00a0 26 Mei \u2013 Minggu, 27 Mei 2012<\/strong><br \/>\n<strong>ACARA SOSIAL \u201c Foto Keluarga Dusun Geneng \u201c<\/strong><br \/>\nWaktu : 10.00 &#8211; selesai<br \/>\nPelaksana foto oleh Komunitas Foto Titik Api DKV ISI Yogyakarta.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>Minggu 27 Mei 2012<\/strong><br \/>\n<strong>DISKUSI \u201c Kampus to Kampung\u201d<\/strong><br \/>\nPembicara :<br \/>\n1. Dr.Suastiwi Triatmidjo, M.Des ( Dekan FSR ISI)<br \/>\n2. Bapak Kerto Rejo (Dukuh Ds Geneng)<br \/>\n3. Arief Budiman (mahasiswa ISI)<br \/>\nModerator : Rain Rosidi<br \/>\nWaktu\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 14.00 \u2013 16.00 Wib<br \/>\nTempat\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Ruang Kelas SD<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>\u00a0Selasa 29 Mei 2012<\/strong><br \/>\n<strong>DISKUSI \u201cNGANGKRING KOMIK HARI INI\u201d<\/strong><br \/>\nPembicara :<br \/>\n1. Nano Warsono<br \/>\n2. Mohammad Hadid<br \/>\nModerator : Justian Jafin Rocx W<br \/>\nWaktu\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 14.00 &#8211; selesai<br \/>\nTempat\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Plasa FSR ISI Yogjakarta<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Percakapan dengan Warga Satu Kilometer Sekitaran Kampus ISI Yogyakarta. Komik, cergam, ataupun novel grafis mampu menjadi ruang dalam mengisahkan beragam kisah, fiksi maupun non fiksi. Ia mampu mengisahkan sejarah, asal usul, hingga kejadian sehari-hari. Kali ini, dalam proyek seni kisah-kisah warga satu kilometer sekitaran kampus ISI Yogyakarta, media-media tersebut diperankan sebagai, katakanlah, ruang bercakap-cakap. Percakapan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-354","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-agenda"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":1,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":false,"list":false,"medium":false,"full":false},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=354"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsrd.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}