Bantul, 2 September 2026 — Sebanyak 60 mahasiswa Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta menggelar kunjungan belajar ke pameran seni rupa “Tonggak: Ziarah #2 Suara Arsip” yang berlangsung di Jogja National Museum (JNM) pada Rabu (2/09) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dikemas sebagai bagian dari agenda praktik lapangan untuk mata kuliah Kajian Seni Rupa.
Kunjungan yang berlangsung di area pameran JNM—yang juga merupakan kompleks bersejarah bekas kampus Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI)—menjadi ruang belajar langsung bagi para mahasiswa. Dengan didampingi oleh tim dosen pengampu, yakni Rain Rosidi, Khoirul Anam, dan Ripase Nostanta Br Purba, mahasiswa tidak hanya mengamati karya visual yang dipajang, tetapi juga terlibat dalam diskusi mendalam bersama kurator pameran sekaligus pengampu mata kuliah Kajian Seni Rupa, Suwarno Wisetrotomo, beserta kolektor arsip RJ Katamsi, Umar sebagai bagian dari Jogja National Museum serta Hanafi dari Studio Nasirun.
Agenda ini dirancang untuk menyambungkan teori yang dipelajari di dalam kelas dengan realitas praktik kearsipan dan kurasi di dunia nyata. Melalui mata kuliah Kajian Seni Rupa, mahasiswa dituntut untuk mampu menganalisis karya seni rupa dari berbagai sudut pandang—termasuk konteks sejarah, sosial, dan metodologi pembacaan arsip. Pameran “Tonggak: Ziarah II” menghadirkan ruang naratif tempat dokumen, foto, hingga artefak sejarah ASRI diolah menjadi materi kritis yang menghidupkan kembali memori kolektif seni rupa Indonesia.
Kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, kolektor arsip, hingga praktisi studio, memberikan gambaran utuh kepada para mahasiswa mengenai pentingnya riset berbasis arsip (archive-based research). Mahasiswa diajak memahami bagaimana sebuah dokumen sejarah dapat dibaca ulang untuk membangun wacana baru, sekaligus melihat bagaimana ekosistem seni rupa bekerja secara kolaboratif dalam merawat ingatan sejarah.
Bagi para mahasiswa Seni Murni ISI Yogyakarta, kunjungan pagi itu juga menjadi momentum untuk berefleksi atas akar dan identitas keilmuan mereka. Melakukan kajian langsung di tapak sejarah ASRI mempertegas pemahaman mereka mengenai peran penting ISI Yogyakarta sebagai salah satu poros utama dalam perjalanan dan perkembangan seni rupa di Indonesia.
Melalui pembelajaran kontekstual di ruang pameran ini, para mahasiswa diharapkan dapat mengasah wawasan kritis serta keterampilan analitis mereka dalam menyusun kajian-kajian seni rupa yang berbobot, berbasis data arsip yang valid, dan berkesinambungan dengan sejarah.
Author: Tim Humas Prodi Seni Murni








