FSRD ISI Yogyakarta Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Kunjungan Akademik ke Zurich University of the Arts (ZHdK), Swiss

FSRD ISI Yogyakarta Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Kunjungan Akademik ke Zurich University of the Arts (ZHdK), Swiss

Zurich, 29 Juni 2026 – Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus memperkuat jejaring internasional melalui kunjungan akademik ke Zurich University of the Arts (ZHdK), Swiss. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan seni, riset, pertukaran akademik, serta pengembangan praktik seni lintas budaya (29/06).
Delegasi FSRD ISI Yogyakarta diterima secara resmi oleh pimpinan ZHdK yang terdiri atas Prof. Dr. Karin Mairitsch (President of Zurich University of the Arts), Florence Balthasar (Head of International Affairs), Martin Jaeggi (Head of Bachelor Fine Arts), Daniel Späti (Head of Minor Transcultural Collaboration), dan Jennifer Buckley (International Affairs).
Delegasi ISI Yogyakarta dipimpin oleh Muhamad Sholahuddin, S.Sn., M.T., selaku Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, didampingi oleh Dr. Suryati, M.Hum. (Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum), Yulyta Kodrat Prasetyaningsih, M.T. (Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FSRD), Dr. I Gede Arya Sucitra, M.Sn. (Wakil Dekan Bidang Akademik FSRD), Lutse Lambert Daniel Morin, M.Sn. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama), Dr. Yulriawan Dafri, M.Hum., serta Dr. Alvi Lufiani, M.F.A. dari Departemen Kriya.

Studi Fasilitas Akademik dan Infrastruktur Seni
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, delegasi ISI Yogyakarta bersama Florence Balthasar dan Martin Jaeggi melakukan studi terhadap berbagai fasilitas akademik yang dimiliki ZHdK. Kunjungan meliputi studio seni, perpustakaan universitas, perpustakaan koleksi material seni (art material library), laboratorium pembelajaran, hingga ruang-ruang pamer yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan seni di ZHdK.
Melalui kegiatan ini, delegasi memperoleh gambaran mengenai sistem pembelajaran berbasis studio, pengelolaan koleksi material seni sebagai sumber riset, serta integrasi antara praktik artistik, penelitian, dan industri kreatif yang menjadi ciri khas Zurich University of the Arts.

Presentasi Profil Institusi dan Mini Exhibition FSRD ISI Yogyakarta
Dalam pertemuan tersebut, Dr. I Gede Arya Sucitra mewakili FSRD ISI Yogyakarta menyampaikan presentasi mengenai profil institusi, keunggulan akademik, capaian internasional, serta arah pengembangan FSRD sebagai salah satu institusi pendidikan seni terkemuka di Indonesia.
Presentasi dilengkapi dengan penyelenggaraan Mini Exhibition yang menampilkan beragam karya dosen FSRD ISI Yogyakarta. Pameran ini menghadirkan berbagai medium dan disiplin seni, antara lain: Lukisan, Batik, Drawing, Keramik, Cat Air (watercolour), Projek desain interior, ilustrasi, karya digital, Fotografi, Patung, Perhiasan (jewellery). Keberagaman karya tersebut merepresentasikan kekayaan praktik artistik, inovasi material, serta pendekatan multidisipliner yang berkembang di lingkungan FSRD ISI Yogyakarta.
Pimpinan dan dosen ZHdK memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas artistik, keberagaman medium, serta eksplorasi kreatif yang ditampilkan. Mereka menilai karakter seni Indonesia, khususnya yang berkembang di Yogyakarta, memiliki kekuatan dalam memadukan nilai-nilai budaya lokal dengan praktik seni kontemporer yang relevan dalam konteks global.

Penguatan Kerja Sama Akademik Internasional
Dalam sesi diskusi, kedua institusi membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, Dekan FSRD, Muhamad Sholahuddin menyampaikan antara lain:

  1. Pertukaran mahasiswa dan dosen;
  2. Joint research dan publikasi ilmiah;
  3. Seminar, konferensi, workshop, dan artist talk bersama;
  4. Kolaborasi pameran seni;
  5. Pengembangan kurikulum internasional;
  6. Program akademik berbasis kolaborasi lintas budaya (transcultural collaboration).

Presiden ZHdK, Prof. Dr. Karin Mairitsch, menyampaikan harapannya agar pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama jangka panjang antara kedua institusi. Menurutnya, perkembangan pendidikan seni global memerlukan kolaborasi yang didasarkan pada semangat transcultural collaboration, multiculturalism, dan transmedia, sehingga mahasiswa maupun dosen dapat belajar melalui pertukaran perspektif budaya dan praktik artistik dari berbagai negara.

Peluang Kolaborasi melalui Program SHARE CAMPUS
Salah satu agenda penting dalam pertemuan adalah pembahasan mengenai SHARE CAMPUS, sebuah program internasional yang diinisiasi oleh ZHdK dan telah berjalan selama sebelas tahun. Program ini menghubungkan berbagai universitas mitra di berbagai negara melalui sistem pembelajaran hybrid, yang memadukan perkuliahan daring dan kegiatan luring. Mahasiswa mengikuti kelas internasional, diskusi mingguan, presentasi proyek, kolaborasi lintas negara, hingga menghasilkan pameran kolaboratif sebagai luaran akhir program.
Pada tahun 2026, tiga mahasiswa FSRD ISI Yogyakarta telah berpartisipasi dalam SHARE CAMPUS dan bekerja sama dengan komunitas seni di Yogyakarta sebagai bagian dari proyek internasional tersebut. Koordinator program, Daniel Späti, menjelaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam SHARE CAMPUS dapat dikonversi ke dalam sistem kredit akademik, setara dengan sekitar 2 SKS, sehingga mendukung implementasi internasionalisasi kurikulum di perguruan tinggi mitra.

Pengembangan International Summer Course
Selain SHARE CAMPUS, ZHdK juga menawarkan program International Summer Course yang diselenggarakan setiap tahun pada periode Juli-September setelah berakhirnya semester reguler. Program ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai universitas mitra memilih tema pembelajaran sesuai minat akademik masing-masing. Summer Course juga dapat diselenggarakan secara kolaboratif oleh universitas-universitas mitra, sehingga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa FSRD ISI Yogyakarta untuk memperoleh pengalaman belajar internasional sekaligus memperluas jejaring akademik dan profesional.

Simbol Persahabatan dan Komitmen Kolaborasi
Rangkaian kunjungan ditutup dengan pertukaran plakat institusi serta pemberian cendera mata berupa karya seni dan batik Indonesia sebagai simbol persahabatan serta komitmen kedua institusi dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan. Melalui kunjungan ini, FSRD ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring internasional, meningkatkan mobilitas akademik, serta mengembangkan kolaborasi global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan praktik seni. Kemitraan dengan Zurich University of the Arts diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai program inovatif yang memperkuat posisi kedua institusi sebagai pusat pengembangan seni dan desain di tingkat dunia.

Author: Tim Humas FSRD dan Arya Sucitra

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID